News and Promo

Kisah Si Travel Blogger Pertama di Dunia

by December 04, 2018

Kalau kamu mengetik kata kunci ‘travel blog’, ada lebih dari 3.500.000.000 entri yang akan muncul di Google. Sedangkan, untuk kata kunci ‘travel blogger’, Google mencatat 490.000.000 hasil. Artinya, peeps, ada ratusan juta lebih pembahasan mengenai travel blog dan travel blogger di mesin pencari sejuta umat tersebut.

Tapi, apa kamu tahu, siapa travel blogger pertama di dunia?

 

Jeff Greenwald

Jeff Greenwald

 

Dia yang Mencatat Perjalanannya di Internet

 

Pada tahun 1993, seorang jurnalis foto asal Amerika bernama Jeff Greenwald berpikir untuk merayakan ulang tahun keempatpuluhnya dengan solo traveling keliling dunia. Berkat pengalaman jurnalistiknya yang sudah ia mulai sejak 1979, tak sulit baginya mendapatkan sponsor perjalanan.

Namun, dua minggu sebelum keberangkatannya, ia dikontak oleh seorang editor dari O’Reilly Associates in Sebastopol, California, penerbit buku-buku komputer dan perangkat lunak yang sedang coba-coba merambah tulisan perjalanan. Orang-orang di O’Reilly bermaksud membuat sebuah situs bernama Global Network Navigator (GNN). Jeff diminta menuliskan perjalanannya di kolom tersebut. Tak ada batasan panjang tulisan, tak ada guidelines, tak ada bayaran; yang diperoleh Jeff dari tugas tersebut adalah sejarah.

One Hundred Nanoseconds of Solitude adalah postingan pertama Jeff untuk mereka dan itu merupakan travel blog pertama di dunia. Ya, peeps, Jeff Greenwald adalah travel blogger pertama di dunia.

 

Menulis Blog Sebelum Blog ‘Diciptakan’

 

Konsep blog sudah muncul pada tahun 1994 ketika Justin Hall membuat situs www.links.net untuk menulis catatan hariannya. Namun, peeps, istilah blog sendiri baru dikemukakan tiga tahun kemudian oleh Jorn Barger. Ia menyebutnya weblog.

Jeff Greenwald, si travel blogger pertama di dunia, tak pernah menduga bahwa tulisannya untuk O’Reilly menjadi cikal-bakal travel blog yang sekarang hits itu. Sementara, O’Reilly sendiri sedari awal yakin ide mereka akan meledak, menjadi terobosan paling panas di dunia travel.

Di tengah keterbatasan internet yang masih merangkak di masa itu, O’Reilly hadir dengan gagasan yang kreatif. Di GNN, mereka membuat peta daring yang menunjukkan titik-titik perjalanan Jeff. Ketika pengunjung situs mereka mengklik satu titik, voila!, mereka dapat membaca catatan si travel blogger pertama di dunia.

Jeff Greenwald yang terpukau oleh ide bombastis pada masanya ini lantas mengkhawatirkan satu hal: bagaimana dia bisa memperoleh alat yang membantunya mengetik dan mengirim tulisan? Bayangkan, peeps, di masa itu, yang namanya laptop belum marak seperti sekarang, apalagi laptop dengan teknologi fast-charging atau baterai tahan lama.

Beruntung Jeff Greenwald menemukan OmniBook 300. “Kalau keadaan gawat, dan baterai casannya mati di tengah trek trans-Sahara, OmniBook ini bisa bertahan selama lima jam hanya dengan empat baterai AA,” terang Jeff, terpesona.

Inilah, peeps, perjuangan travel blogger pertama di dunia. Keren, kan?

 

Makna Sebuah Tulisan Perjalanan

 

Perjalanan bukan semata mengunjungi tempat-tempat indah, berfoto, lalu pamer ke orang-orang. Perjalanan merupakan interaksi kompleks ketika seseorang terlibat di tengah budaya dan kondisi manusia di tempat yang ia datangi.

Sebelum menjadi travel blogger pertama di dunia, Jeff Greenwald adalah veteran jurnalistik. Tak heran ia paham benar makna tersebut. Ini terlihat dari tulisannya, postingan travel blog pertama di dunia, yang berjudul One Hundred Nanoseconds of Solitude.

Bahkan, kalimat pembukanya pun menunjukkan kepekaan observasi:

Kehangatan ibu kota provinsi ini terpancar dari kue-kue panas yang dipanggang di warung-warung, dari tembok-tembok bangunan bercat menakjubkan yang mengelupas di bawah matahari Meksiko, dari kebesaran hati orang asing yang melompat dari truk pick-up Chevy untuk mengarahkan kami ke zocalo.

Di tulisannya, Jeff menggambarkan aktivitas orang-orang Oaxaca di zocalo, plaza terbuka yang menjadi tempat kumpul-kumpul. Ia merefleksikan ketiadaan tempat kolektif seperti itu di negaranya, Amerika. Menurutnya, orang-orang Amerika yang berjejalan di kota metropolitan semestinya memiliki tempat seperti zocalo untuk lepas dari stress kehidupan yang menyiksa.

Lebih dari itu, pada catatannya, Jeff juga mengkritisi optimisme masyarakat yang saat itu baru dininakbobokan oleh rayuan-rayuan dunia maya: pertukaran informasi yang cepat, data yang tersimpan dan sulit hilang, serta keterhubungan komunitas global.

“Peninggalan orang-orang Zapotec, ras luar biasa yang berkuasa di Lembah Oaxaca selama 50 generasi, terpahat di bebatuan. Sekarang semua lenyap. Harapan apa lagi, kupikir, yang ada bagi sinyal elektronik tak bermassa ini, yang berkedip melalui ether?”

Pikiran itu muncul karena Jeff Greenwald terkejut pada banyaknya bukti peradaban Oaxaca yang lenyap di sana. Ia hanya menemukan segelintir artefak. Dari sanalah ia mulai memikirkan kembali hakikat penyimpanan. Ia takjub pada bergesernya proses menyimpan dan penemuan alat penyimpanan berupa floppy disk yang kala itu masih baru.

Tapi, apakah teknologi terbaru berukuran kecil mampu melindungi apa yang tersimpan di dalamnya, lebih abadi dari artefak-artefak megah masa silam?

Si travel blogger pertama di dunia sedang berada di sebuah ruang komputer di biro wisata, satu blok dari zocalo, ketika ia merenungi pertanyaan tersebut, Koneksi internetnya terhambat. Begitu ia berhasil mengatasinya, dunia kedatangan travel blog pertama.

 

Sumber:

https://www.wired.com/2014/01/one-hundred-nanoseconds-of-solitude/

https://everything-everywhere.com/guest-post-jeff-greenwald-the-worlds-first-travel-blogger


LIKE US ON FACEBOOK

FIND US ON INSTAGRAM